Powered By Blogger

Sabtu, 19 Mei 2012

Backpacker/jalan-jalan


       Jika anda mempunyai hobby jalan-jalan dan ingin mempunyai perjalanan yang ‘kaya pengalaman’ dengan biaya yang lebih murah dari paket wisata travel, ada baiknya anda mencoba untuk jalan-jalan dengan gaya backpacker. Seorang wanita asal Indonesia pernah pergi keliling negara-negara Eropa selama sebulan hanya dengan 1000 US Dollar dengan cara backpacker. Backpacker, dari asal kata backpack yang artinya tas punggung, sekarang telah menjadi gaya baru para pelancong di seluruh dunia. Jika berwisata menggunakan paket tour selalu diidentikkan dengan ‘koper’, maka ‘backpack’ adalah identitas bagi para pelancong mandiri yang bepergian dengan tas punggung besar di belakangnya. Prinsip dasar bepergian ala backpacker adalah menghemat biaya perjalanan yang dirasa tidak perlu tanpa mengurangi esensi dari jalan-jalan itu sendiri, bahkan para backpackers akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan menyelami kehidupan lokal di tempat yang dituju. Berikut ini adalah tips dasar untuk bepergian ala backpacker :


1. Tas punggung (Backpack)
Yep, inilah yang menjadi ciri khas dari para backpackers, apalagi kalau bukan tas punggungnya. Jalan-jalan ala backpacker menggunakan tas dipunggung, bukan koper karena lebih memudahkan untuk pergerakan seorang pelancong. Backpacker akan banyak berjalan kaki selama mengeksplore tempat wisata yang dituju. Ukuran backpack pun bermacam macam, mulai dari 40 liter sampai 70 liter. Ukuran tas disesuikan dengan kebutuhan. Berapa lama akan melakukan perjalanan dan postur tubuh pengguna. Cara menyusun backpack pun menjadi seni tersendiri, bagaimana mengaturs emua barang yang dibawa kedalam tas backpack, ditambah sedikit ruang untuk menyimpan oleh-oleh. Anda bisa membawa souvenir-souvenir kecil khas daerah wisata untuk buahtangan, tetapi tidak untuk membeli jam tangan rolex, berlian De Beers, atau Kristal swarovsky.

2. Tempat Menginap
Lupakan Hyatt, Hilton, Novotel, dan sejenisnya. Para backpackers harus rela menukar kemewahan menginap di hotel berbintang dengan mencoba tinggal di budget hotel (hostel). Bagi para backpackers, Esensi jalan-jalan yang sebenarnya adalah menyelami kehidupan lokal ditempat tujuan.Tempat menginap hanya untuk menyimpan barang dan tidur. Di hostel anda juga bisa berkenalan dengan sesama backpackers lain. Bisa saling bertukar pengalaman, atau jalan bareng ke tempat tujuan wisata. Menginap di tempat relasi juga bisa menjadi alternatif yang patut dicoba. Selain bisa menghemat budget menginap, keuntungan lain juga mendapat pemandu wisata gratis ;). 

3. Modal Transportasi
Tidak selamanya tiket pesawat lebih mahal dibandingkan dengan tiket kereta atau bus. Sekarang dengan adanya penerbangan murah seperti Air Asia, Tiger Air dan sejenisnya menjadikan biaya traveling lebih terjangkau. Terkadang penerbangan premium seperti Singapore airlines, Emirates, KLM, atau Lufthansa menawarkan tiket promo dengan harga super murah. Anda hanya perlu rajin mengunjungi situs resmi penerbangan, cek-ricek harga tiket ke travel, atau mengunjungi pameran travel. Anda dapat mencari tiket murah 2 bulan dari sebelum keberangkatan, jika anda membeli tiket penerbangan seminggu sebelumnya, itu sama saja membeli dengan harga premium. Terkadang, tiket yang tidak terjual harganya akan turun drastis 2 hari sebelum keberangkatan. Jangan pernah terbang pada waktu weekend, cobalah pergi pada hari senin pagi, selasa atau rabu. Penerbangan di shubuh hari biasanya lebih murah. Jika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan pada malam hari, kereta atau bus malam bisa menjadi pilihan yang menarik karena bisa menghemat biaya menginap dan besok paginya anda sudah sampai di tempat tujuan wisata.

4. Menyusun rencana perjalanan (itinerary)
Sangat penting bagi backpackers untuk menyusun rencana perjalanan ke tempat tujuan wisata. Cara mudahnya adalah dengan menyalin itinerary dari paket wisata yang ditawarkan paket tour n travel. Membaca catatan perjalanan orang yang sudah mengunjungi tempat yang dituju juga sangat direkomendasikan. Pengalaman orang lain tersebut akan menjadi pedoman bagi kita untuk menentukan “Do & Don’t” selama perjalanan. Kita tidak harus mutlak mengikuti cara perjalanan orang lain, buatlah kreasi perjalanan anda sendiri. Buku pedoman perjalanan seperti lonely planet juga akan membantu penyusunan rencana perjalanan. Sebelum memutuskan melakukan perjalanan, ada baiknya anda mengetahui sedang musim apa daerah yang anda tuju pada waktu yang anda rencanakan. mengetahui budaya setempat juga akan membantu anda menyesuaikan diri.

5. Persiapan Perjalanan
Sebelum memulai perjalanan, ada beberapa hal yang perlu anda siapkan. Pertama adalah dokumen perjalanan. Akan lebih mudah jika anda menggunakan tas pinggang kecil untuk membawa dokumen perjalanan seperti tiket, kartu identitas, passport bagi anda yang bepergian keluar negeri, fotokopi kartu kredit, polis asuransi perjalanan, dan lainnya. Jangan lupa membawa kompas dan peta, walaupun banyak tujuan wisata sekarang telah menyediakan peta wisata bagi para turis. Yang pasti tidak boleh lupa dibawa adalah kamera, tentu anda ingin mempunyai satu album photo tambahan di facebook, bukan? Obat-obatan pribadi juga tidak boleh hilang dari backpack anda. Last but not least, selalu membawa diri anda dalam keadaan fit. Menjadi seorang backpacker bukan berarti harus mempunyai perut sixpack, tetapi tubuh yang bugar akan sangat mendukung perjalanan anda menjadi lebih menyenangkan. Mulailah dengan berolahraga yang teratur minimal 2 kali seminggu.
Well, dengan jalan-jalan ala backpacker, biaya yang dikeluarkan tidak lagi mahal, bukan?Anda hanya perlu mencobanya, setelah itu pasti ketagihan. Lao Tzu pernah berkata, perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan langkah pertama. Maka lakukanlah langkah pertama itu. Bon voyage!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar